Wednesday, September 24, 2014

Bakso Pak Heri Brengos

Berbicara tentang bakso yang enak, rasanya tidak akan pernah ada habisnya. Kalau ditelusuri terus menerus, selalu saja bisa menemukan rasa bakso yang unik setiap waktunya. Seperti yang tim temukan ketika berada di Kota Surabaya. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu, kalau kota Surabaya merupakan salah satu gudangnya kuliner yang enak dengan harga yang cukup terjangkau. Sebenarnya kami sudah melintasi tempat ini beberapa kali, dan setiap kali itu pula tempat ini selalu dipenuhi kendaraan bermotor yang terkadang membuat jalan terasa semakin sempit saja. Karena rasa penasaran, salah satu tim kami pun menyediakan waktu khusus untuk datang ke lokasi. Tidak ada papan nama atau pun spanduk yang terpasang. Hanya sebuah gerobak motor yang bertuliskan “Bakso Tombo Ati” yang terparkir di pinggir jalan dengan meja kursi sederhana yang ditata rapi di bawah tenda bongkar pasang.

Soto Otot Jimerto

Awal pembukaan wisata kuliner Saya bersama tim pada hari ini adalah Soto Otot Jimerto. Sebelumnya kami sudah pernah ke lokasi soto ini berada, tapi sayangnya waktu itu kami datang sudah terlalu siang, sehingga kehabisan. Untuk kali ini sekitar jam 8 pagi kami sudah berada di Jl. Jimerto dimana lokasi soto ini berada, karena masih penasaran dan tidak ingin kecewa lagi. Ternyata Soto Otot Jimerto ini sudah buka dari jam 6 pagi dan biasanya sekitar jam 12 siang dagangannya sudah habis.

Soto Sapi Tidar H. Kurdi

Surabaya, sudah kesekian kalinya Saya bersama tim berada di kota ini. Rasanya sudah cukup banyak aneka kuliner yang sudah kami nikmati di kota ini, tapi masih saja perjalanan kuliner di sini belum selesai juga. Saat ini kami sedang menuju Warung Barokah yang ada di Jl. Tidar Pojok, Surabaya Barat. Dengar punya dengar, warung yang satu ini menjual soto sapi khas Madura yang terkenal enak. Untuk membuktikan kebenarannya, hari itu kami langsung menuju lokasi yang dimaksud.

Lontong Cap Gomeh Depot Wijaya

Lontong Cap Gomeh merupakan salah satu menu yang sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang, terutama bagi masyarakat Tionghoa maupun keturunannya. Menu yang satu ini merupakan salah satu menu wajib yang harus ada ketika perayaan hari Cap Gomeh. Yaitu puncak dari perayaan Imlek yang jatuh pada hari ke-15 dari perayaan imlek secara keseluruhan. Kalau dulu lontong cap gomeh biasanya hanya bisa dinikmati ketika Cap Gomeh tiba, namun tidak demikian untuk saat ini. Kita bisa menikmati lontong cap gomeh setiap saat, karena di daerah Surabaya dan di kota lainnya sudah ada penjual yang menyajikan menu yang satu ini. Seperti kalau kita berkunjung ke Kota Surabaya, kita bisa menikmati lontong cap gomeh Depot Wijaya. Depot Wijaya ini menempati sebuah bangunan yang cukup besar di Jalan Ir. Anwari 7, Surabaya.

Tahu Campur Pak Sugeng

Surabaya merupakan kota terbesar ke-2 di Indonesia setelah Ibu Kota Jakarta, perkembangannya hingga saat in sangat pesat. Ada cukup banyak perumahan, apartemen, hotel hingga mall-mall besar yang berdiri  di tengah-tengah Kota Surabaya. Dibalik perkembangannya yang sangat pesat dan serba modern, kota Surabaya masih menyimpan segudang kuliner yang bisa kita nikmati. Salah satu kuliner yang bisa kita nikmati di kota ini adalah Tahu Campur Pak Sugeng yang berada di Jalan Diponegoro. Untuk mencari lokasinya cukup mudah, setelah memasuki jalan Diponegoro dari arah Utara kita akan bertemu dengan Musholla Ukhuwah yang ada di Jl. Diponegoro 222, lapaknya tepat berada di depan mushola tersebut. Area parkirnya sangat terbatas dan hanya berada disisi jalan, ramainya pengunjung tahu campur ini terkadang memakan ruas jalan. Intensitas kendaraan yang cukup di jalan tersebut, terkadang membuat kita kesulitan untuk memarkir kendaraan roda dua maupun roda empat.

Soto Ayam Cak Pardi

Sekarang ini sedang musim hujan, Surabaya di pagi hari cukup dingin dan jalanan kota Surabaya masih terlihat lenggang. Sekitar jam setengah 7 pagi Saya bersama tim sudah meluncur ke Jalan Embong Malang untuk menikmati Soto Ayam Cak Pardi. Sekitar 30 menit perjalanan kami tempuh untuk sampai di Soto Ayam Cak Pardi. Kalau ingin menikmati soto ayam ini sebagai menu sarapan pagi, kita harus berangkat pagi-pagi. Selain belum terlalu ramai, jalanan di Kota Surabaya juga belum terlalu dipadati kendaraan. Meskipun masih terbilang cukup pagi kami sampai di lokasi, tapi sudah ada beberapa mobil dan sepeda motor yang terparkir di depan warungnya. Tidak ada papan nama atauspanduk yang terpajang disana, hanya sebuah warung kecil sederhana dengan warna hijau dominan yang bisa dijadikan sebagai petunjuk. Lokasinya tidak jauh dari Tunjungan Plaza, di seberang Surabaya Indah atau yang sering disebut sebagai Gedung Go Sket (eks Go Sket).

Bakso Pak Kus

Bakso selalu menjadi santapan yang lezat untuk dinikmati setiap saat, mau itu pagi, siang, sore maupun malam. Menu yang satu ini teramat sangat mudah untuk ditemukan, baik yang jualan keliling dengan gerobak dorong, gerobak motor, warung tenda, warung sederhana atau di sebuah rumah makan. Kali ini tim WISATAKULINER menikmati Bakso Pak Kus yang berada di Jl. Residen Sudirman, tepat berada di samping depan GKI (Gereja Kebaktian Indonesia), Jawa Timur. Kalau biasanya yang kita jumpai bakso bulat ukuran kecil, sedang dan super besar dengan isian telur di dalamnya, namun tidak demikian dengan Bakso Pak Kus ini. Disini baksonya ada yang bulat dan kotak dengan ukuran yang cukup kecil, baik untuk bakso halusnya maupun bakso kasar yang juga disebut bakso urat.